Kef Halukum Ya Akhy

Kef Halukum Ya Akhy

Minggu, 19 Maret 2017

Islam ku

BERAGAMA YG BENAR
bersama ustadz: Ahmad zainudin L.c

Allah berfirman
 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
  Artinya: ya Allah tunjukilah kami jalan yang lurus.

Allah subhanahu wataala memerintahkan kepada kita agar:

1.berjalan dijalan yg benar
2.Selalu berada dijalan yg benar
 قال تعال: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

وقال تعال: وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ
 Artinya: dan beribadahlah  sampai datang kepadamu yang diyakini (kematian).

وقال تعال: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada ketakutan terhadap mereka dan mereka tiada pula tertimpa kesedihan

Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan
 لا خوف عليهم ولا هم يحزنون

1.tidak ada rasa takut apa yg dia hadapi setelah kematiannya karena dia yakin ada surga yg menantinya
2.tdak akan ada rasa sedih

Allah telah menyempurnakan islam
  ۚقال تعال: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
Artinya: Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.

    Rosul صلى الله عليه وسلم jga dalam sabdanya:
تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِي إِلَّا هَالِك
Artinya:
"Sungguh saya telah meninggalkan kalian dalam keadaan yang sangat jelas, malamnya sebagaimana siangnya. Tidak akan menyeleweng setelahku kecuali dia akan binasa".

  Org islam tdk perlu renovasi islam karna islam telah sempurna dan tinggal kita mengamalkannya

Salman pernah diolok2 dalam suatu hadits disebutkan:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَاللَّفْظُ لَهُ أَخْبَرَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ
قِيلَ لَهُ قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ قَالَ فَقَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ بِعَظْمٍ
Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dan Waki' dari al-A'masy. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya sedangkan lafazh tersebut miliknya. Telah mengabarkan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A'masy dari Ibrahim dari Abdurrahman bin Yazid dari Salman dia berkata, bahwasanya ada yang bertanya kepadanya; '(Apakah) Nabi kalian telah mengajarkan segala sesuatu hingga adab beristinja?’ Salman menjawab; ‘Ya. Sungguh beliau melarang kami buang air besar, buang air kecil dengan menghadap kiblat, bersuci dengan tangan kanan, bersuci dengan batu kurang dari tiga buah, atau bersuci dengan kotoran hewan atau tulang'."

Agama islam ini telah sempurna tinggal org islam mempelajarinya dan mengamalkannya sampai akhir hayat.

Pda zaman tabiin dan tabiut tabiin masih belum ada penyimpangan namun ketika jauhnya dri zaman kenabian maka bermunculanlah berbagai macam penyimpangan dalam agama kita.
Maka apabila amalan kita tdak sesuai dg ajaran islam yg murni maka konsekuensinya amalan kita menyimpang dan apabila amalan kita menyimpang maka otomatis amalan kita tertolak.
Otomatis tujuan diciptakannya kita sebagai manusia tdklah akan berjalan
3. Kita diperintah kan untuk beragama yg benar.

Alloh ta'ala telah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Juga telah berfirman dalam ayat yg lainnya:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا
Artinya:
Apa yang telah diperintahkan oleh Rasul kepadamu, maka taatilah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah

  Sandaran dalam agama kita bukan di kmbalikan kpd pendapat akal atau rasio atau logika akan ttpi kpd alquran dan sunnah.

Maka sungguh aneh, hanya ada dinegri kita saja kalau org yg mengaku nabi diwawancarai di tv, Allohul mustaan.!!
akan ttapi dinegara yg menjalan islam maka pasti di bunuh dipenggal kepalanya bukan diwawancarai karena ini akan menghancurkan agama islam.

*Tatacara beragama yg benar itu ada 3:*

1.mengagungkan dalil2 syariat dan tunduk patuh kpdnya

2.bersandar terhadap dalil2 yg shohih

3.benar dalam memahami dalil2 syariat
--------------------
Penjelasan point pertama:
Sikap seorang muslim adalah mengagungkan dan menjunjung tinggi alquran dan sunnah " *bukan perkataan ulama atau sayyidus shohabah abu bakr ashsidiq apalgi org yg dibawahnya!!*" dan mengagungkan syiar2nya dan tnduk patuh kpdnya.

Allah taala berfirman ketika mensifati bagaimana seorang mukmin dalam berhukum:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya:
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Dan didalam ayat yg lain Allah mengatakan:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Artinya:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan  yang nyata.

  Kalau sudah ada dalilnya dan hadist maka jgn pernah mengambil perkataan yg lainnya.

Allah taala telah berfirman:
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ
Artinya:
dan hendaklah kamu berhukum (memutuskan) perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasiq.

Siapa saja yg tidak mengagungkan alquran dan sunnah maka dia didunia akan mendapatkan musibah dan di akhirat dia akan mendapatkan adzab sebagaimana firman Allah taala:

 فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Artinya:
maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

*Bagaimana para sahabat mengagungkan alquran dan hadits..?*

 1. marah ketika ada yg menentangnya:
Contoh pertama

Diriwayatkan oleh imam muslim dari sahabat abu qotadah
Kami pernah dduk2 bersama shabat nabi imron bin husain ditengah2 kita ada busyair bin kaab "dia kadang2 susah untuk menerima hadis nabi صلى الله عليه وسلم" suatu ketika imron bn husain meriwayatkan hadits tntang bagusnya  sifat malu:

 الحياء كلها خير.
 Setiap jenis malu itu baik.

Busyair bin kaab mengatakan: " sesungguhnya kita membaca dikitab2 tertulis kalau malu itu penuh wibawa dan ketenangan tetapi penuh dgn kelemahan"

Maka wajah imron memerah dan matanya melotot ( tanda kemarahan) dan marah lalu beliau mengatakan aku tdak mau ketika aku meriwayatkan hadits dari rosul lalu kamu menentangnya!!!

2.tidak sembarangan dalam mengamalkan hadits

Contoh kedua :
Dirwayatkan dlam kitab arrisalah karya imam asyafii rohimahullohu taala,

"Towus berkata kpd abdulloh bin abbas, boleh kah mengerjakan solat sunnah 2brokaat stelah sholat asar..?

Lalu ibnu abbas menjawab: tidak boleh.

Maka thowus pun menjawab: aku tidak akan meninggalkan solat 2 rokaat setelah solat ashar (thowus meyakini masa org beribadah diadzab..? Gk ada ceritanya org beribadah diadzab)
Maka ibnu abbas membacakan ayat

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Artinya:
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukminah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, dengab kesesatan yang nyata.

2. Bersandar pada hadits2 yg shohih

Kita tdk diperkenankan bersandar dg hadits yg lemah
Yg perlu diperhatikan adalah perkataan ulama:
*bahwa hadits2 shohih itu banyak maka jgn lah diri kita sibukan dg hadits2 yg dhoif.*

Para ulama menagatakan:

1.hadits lemah min kobulil mardud (amalan seseorang tertolak)

2.Penyebab mengadakan perkara baru /menyimpang dalam agama.

3.hadits lemah tidak sah disandarkan kpd rosul shalallhu alaihi wasallam.

3.Memahami dg pemahan yg benar.

Agama islam ini adalah agama yg mudah, maka jgn lah kita mempersulitnya,
Pahamillah dan belajarlah agama islam ini sesuai dgn pemahaman para salafussholih yaitu para sahabat nabi yg mulia, yang mana Allah telah meridhoi kepada mereka dan mereka pun ridho terhadap Allah taala.

Adapun perkara yg sangat penting jga untuk kita bahas yaitu
*Tatacara beragama Yg keliru:*

1.Menolak dalil yg tdk sesuai dg hawa nafsunya

2.Meremahkan dalil2 syariat sebagian dipakai dan sebagian ditinggalkan.

3. Memakai sandaran2 hukum yg baru selain alquran dan assunnah dlm bragama sperti taqlid kpd imam, syaikh, terlau bersandar kpd mimpi, dan akal.
-------------------
Diringkas oleh:
Abu ainun wahidin L.c ( pengajar di mahad ihya assunnah tasikmalaya)

Tidak ada komentar:
Write Reviews

شكرا وجزاك الله خيرا كثيرا

Mengenai Saya

Foto saya
والله معكم اين ماكنتم

Facebook Page

Labels